Areen & Noi. Powered by Blogger.
RSS

Check-up Rutin pada Anak


Istilah medical check-up tampaknya lebih populer di kalangan usia dewasa. Akan tetapi bayi dan anak pun sebaiknya dibawa ke dokter tidak hanya saat sakit atau jika punya keluhan. Pemeriksaan rutin pada anak bertujuan untuk evaluasi tumbuh kembang dan deteksi dini gangguan kesehatan sehingga memungkinkan penanganan yang efektif dan secepat mungkin. 


Di Jerman, jadwal pemeriksaan rutin pada anak sudah menjadi program nasional sejak tahun 1971 dan merupakan bagian dari sistem perlindungan kesehatan anak. Biaya pemeriksaan ini hampir seluruhnya dicover oleh asuransi. Bagi yang tinggal di Jerman dan memiliki putra atau putri usia 0-18 tahun, tentu familiar dengan U1, U2, U3 dst. "U" adalah singkatan dari Untersuchungen  yang artinya pemeriksaan.


Setiap anak memiliki buku yang harus selalu dibawa setiap kali kontrol ke dokter. Buku pertama berwarna kuning yang diberikan saat lahir. Dalam buku ini mencakup data pemeriksaan sejak lahir hingga  usia 5 tahun (pemeriksaan U1-U9).  Kemudian buku lanjutannya berwarna hijau untuk anak usia 7 sampai 18 tahun (U10, U11dan J2). Formulir J1 diberikan dalam lembaran terpisah. 

Apa saja yang akan diperiksa pada masing-masing jadwal? 
Di bawah ini adalah deskripsi umum dan fokus pemeriksaan yang akan dilakukan untuk masing-masing termin. 

U1: Pemeriksaan pertama
·        Merupakan pemeriksaan pertama pada saat bayi baru lahir.
·        Pemeriksaan APGAR score dalam menit pertama setelah lahir yang meliputi pemeriksaan warna kulit, denyut jantung, respons refleks, tonus otot dan pernapasan
·        Pemeriksaan adanya malformasi, ikterus (kuning) dan tanda prematuritas.
·        Pengukuran berat lahir, panjang badan dan lingkar kepala.
·        Pemberian vitamin K untuk mencegah perdarahan.

U2: Pemeriksaan dasar (usia 3-10 hari)
·        Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan pada bayi yang biasanya dilakukan saat masih di RS.
·        Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik menyeluruh dari kepala hingga kaki.
·        Dokter akan memeriksa adanya tanda defek atau malformasi. Mulai dari pemeriksaan cranium (kepala), fontanela (ubun-ubun), pemeriksaan mata dengan oftalmoskop, pemeriksaan pendengaran atau hearing test, pemeriksaan paru dan jantung, pemeriksaan abdomen, tali pusat, genital, saturasi oksigen,  hip (sendi panggul) dan USG jika perlu, pemeriksaan malformasi tulang belakang.
·        Pemeriksaan refleks, antara lain Galant’s reflex, stepping reflex, Moro reflex/embrace reflex.
·        Pada usia 36 jam dilakukan pengambilan darah dari tumit untuk deteksi dini penyakit metabolik dan endokrin, yaitu hipotiroid, cystic fibrosis, galactosemia dan phenylketonuria.
·        Pada saat pulang, bayi akan diberikan vitamin D dan tablet fluoride untuk  kesehatan tulang dan gigi.

U3: Usia 4-6 minggu
·        Fokus U3 adalah pemeriksaan neurologis.
·        Pertama-tama bayi akan ditimbang, diukur panjang badan dan lingkar kepala untuk menentukan status nutrisi.
·        Pemeriksaan fisik, refleks, kontak mata, respon terhadap suara dan kemampuan mengangkat kepala.
·        Pemeriksaan ophthalmoscopy.
·        Orang tua akan ditanya tentang kebiasaan minum, defekasi dan kecenderungan alergi.
·        Dokter anak akan memberikan informasi tentang nutrisi, ritme tidur dan bangun.
·        Pemeriksaan sendi panggul lebih seksama untuk mendeteksi adanya deformitas kongenital (hyp dysplasia dan USG jikaperlu).  Pada usia ini kelainan ini bisa dengan mudah dikoreksi. 
·        Pengambilan darah untuk cek gangguan metabolik jika belum dilakukan.
·        Saat U3 dokter anak memberikan edukasi vaksin yang pertama atau memberi leaflet vaksinasi rekomendasi STIKO. Vaksin rotavirus direkomendasikan pada usia 6 minggu.

U4: Usia 3-4 bulan
·        Saat ini untuk pertama kalinya dokter bisa melakukan ‘direct social contact‘ dengan bayi melalui seyuman, bicara dan bermain.
·        Pengukuran berat badan, panjang badan, lingkar kepala.
·        Pemeriksaan fisik, sistem organ, mata, telinga.
·        Pemeriksaan refleks, mptorik, kemampuan meraih benda dan intensitas kontak mata. Respon yang tidak adekuat menunjukkan gangguan otak.
·        Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran dan perkembangan bahasa.
·        Pemberian vitamin D dan fluoride untuk mencegah riketsia dan karies.
·        Orang tua diberikan nasehat untuk memberikan  paparan cukup terhadap sinar matahari dan udara segar.
·        Memeriksa kemungkinan malposisi panggul, kekuatan otot dan gerakan.
·        Vaksin tetanus, difteri, pertusis, polio, Haemophilus influenzae type b (Hib), hepatitis B dan pneumococcal.

U5: Usia 6-7 bulan
·        Fokus pemeriksaan adalah koordinasi tangan, perkembangan bahasa dan interaksi sosial.
·        Pemeriksaan motorik dan respon terhadap lingkungan misalnya meraih benda.
·        Pemeriksaan fisik, penglihatan dan pendengaran,.
·        Vaksin tetanus, difteri, pertusis, polio, Haemophilus influenzae type b (Hib), hepatitis B dan pneumococcal yang ketiga.
·        Sekitar dua minggu setelah dosis vaksin ketiga tersebut, anak sudah terlindungi dari 6 penyakit mematikan.
·        Menyelesaikan vaksin rotavirus.

U6: Usia 10-12 bulan
·        Fokus utama adalah pemeriksaan motorik halus dan kontak sosial, pemeriksaan pendengaran, penglihatan dan kecenderungan alergi.
·        Pemeriksaan perkembangan: merangkak, duduk, berjalan, menggenggam.
·        Pemeriksaan perkembangan bahasa, interaksi dan tingkah laku sosial.
·        Pada usia 11 bulan pemberian vaksin hidup yang pertama diberikan, yaitu vaksin Campak, Rubella dan Chickenpox, baik terpisah maupun kombinasi dalam MMR-Chickenpox.
·        Pada usia 11-14 bulan dan 6 bulan setelah vaksin primer terakhir, diberikan vaksin Tetanus, Difteri, Pertusis, Polio, Haemophilus influenzae type b (Hib), Hepatitis B dan Pneumococcal yang keempat.
·        Vaksin Meningococcal direkomendasikan untuk diberikan saat ulang tahun yang pertama.

U7: Usia 21-24 bulan
·        Dokter akan memeriksa apakah semua organ sensorik berkembang secara normal. Hal ini penting karena malfungsi pendengaran dan penglihatan akan sangat menghambat perkembangan fisik dan mentalnya. Melalui penanganan awal, kelainan ini dapat dikoreksi.
·        Penilaian perkembangan bahasa, motorik dan tingkah laku sosial.
·        Anak sudah seharusnya sudah bisa berbicara minimal 10 kata dan bisa mengerti sekitar 250 kata
·        Anak sudah bisa melakukan interaksi sosial.
·        Dokter akan memeriksa apakah anak bisa berlari dan bebas dari malformasi kaki dan tulang belakang. Ia juga akan memeriksa perkembangan bahasa, gigi, berat badan dan risiko alergi.
·        Booster pertama Terhadap Tetanus, Difteri, Pertusis, Polio, Hib dan Hepatitis B sebaiknya sudah diberikan pada usia 11 bulan, namun masih bisa dicatch up pada U7 ini.
·        Vaksin mencegah 10 penyakit mematikan sudah selesai.

U7a: Usia 34-36 bulan
·        Fokus pemeriksaan U7a adalah gangguan penglihatan, gangguan social dan tingkah laku, overweight, gangguan perkembangan bahasa.
·        Jika terdapat gangguan tingkah laku dan bicara diharapkan bisa terdeteksi dalam usia 2-3 tahun.
·        Pemeriksaan urin, penglihatan, pendengaran, gigi, mulut, rahang, kelemahan gerak dan penyakit alergi dan status vaksinasi.

U8: Usia 3,5-4 tahun
·        Pertumbuhan dan perkembangan mental adalah fokus utama U8
·        Pemeriksaan lain meliputi perkembangan motorik halus, konsentrasipersepsi dan pola tidur.
·        Dokter memeriksa semua sistem organ, urin, mengecek lagi pendengaran dan penglihatan, kemampuan bahasa.
·        Tes bicara dan pendengaran, penglihatan.
·        Pemeriksaan disfungsi tiroid dan ginjal, jantung, infeksi saluran kencing
·        Pola makan
·        Tes perkembangan untuk usia 4 tahun, adalah berdiri satu kaki selama 3-4 detik, melompat dengan dua kaki minimal 20-30 cm, menggambar lingkaran, menggambar 3 komponen orang, menggunting.
·        Dapat mengerti kata sifat dan preposisi, dapat bercerita, tertawa, bercanda.
·        Anak sudah tidak takut dengan orang asing.

U9: 60-64 bulan
·        Dokter memeriksa kelainan perkembangan, kerusakan gigi, perilaku sosial, koordinasi fisik dan perkembangan mental, apakah anak sudah siap sekolah dan pemeriksaan status vaksinasi.
·        Fokus utama adalah persiapan sekolah. Sehingga dokter harus mengenali gangguan persepsi, ketrampilan motorik dan merekomendasikan pada orang tua terhadap terapi yang sesuai.
·        Pemeriksaan kemampuan sosial dan bahasa sangat penting pada U9.
·        Booster Vaksin Tetanus, Difteri Dan Pertusis yang belum lengkap dilengkapi.
·        Vaksin MMR, Chickenpox.
·        Diagnostic milestones meliputi: berdiri satu kaki 8 detik, melompat satu kaki 5x setiap kaki, menggambar kotak, silang, segitiga, menggambar 6 bagian manusia, bercerita secara logis, menulis nama depan, berhitung 1 sampai 10, menghitung jari.

U10: Usia 7-8 tahun
·        Ini merupakan pemeriksaan tambahan pada usia 7-8 tahun untuk m engisi gap antara U9 (usia sekitar 5 tahun) dan J1 (usia 12-14 tahun).
·        Prioritas pemeriksaan pada gangguan perkembangan spesifik (membaca, menulis).
·        Pemeriksaan gangguan perkembangan motoric dan gangguan tingkah laku seerti ADHD.
·        Pastikan asuransi Anda mengcover pemeriksaan tambahan ini.

U11: Usia 9-10 tahun
·        Ini merupakan pemeriksaan tambahan pada usia 9-10 tahun
·        Pemeriksaan fisik,  pendengaran, gangguan social dan tingkah laku, anomaly oral dan maxillofacial.
·        Focus pemeriksaan pada problem sekolah, gangguan sosial dan tingkah laku.
·        Support untuk nutrisi, olah raga, stress dan adiksi media.
·        Pengukuran berat badan, tinggi badan dan tekanan darah.
·        Pastikan asuransi Anda mengcover pemeriksaaan ini.

J1: 12-14 tahun
·        Biasanya mencakup konsultasi tanpa orang tua.
·        Pemeriksaan fisik, berat badan, tinggi badan, tekanan darah,, status pubertas, perkembangan skeletal dan postur.
·        Fokus pada gangguan psikosomatik, kesehatan mental, perilaku hidup sehat (merokok, kontak seksual, alkohol)
·        Diskusi mengenai prestasi sekolah, topik pubertas.
·        Booster Tetanus, Difteri, Pertusis, Polio dan catsch up vaksinasi.
·        Vaksin Hepatitis b, Meningococcal, Chickenpox, Campak, Mumps, Rubella dan Kanker Serviks.
·        Pastikan asuransi Anda mengcover pemeriksaan ini.

J2: 16-17 tahun
·        Pemeriksaan dalam dan orthopedic.
·        Identifikasi gangguan tingkah laku dan social.
·        Pertanyaan tengan seksualitas.
·        Fokus pada pemeriksaan dan penanganan gangguan pubertas dan seksual, gangguan postur, gondok, pencegahan diabetes, gangguan sosial dan tingkah laku dan nasehat meilih karir.
·        Pastikan asuransi mengcover pemeriksaan ini.

                                                                                                                                                               

                                                                                                                                                               

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Warming-up Ramadan



Tak terasa sebulan menjelang datangnya Ramadan. Yuk mulai berbenah, mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci penuh berkah.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tips Puasa Ramadan Saat Summer



Bulan Ramadan adalah waktu untuk recharge keimanan/spiritual dan kesempatan yang baik untuk mengembalikan gaya hidup sehat dan seimbang. Selain mengejar keutamaan ibadah Ramadan, dengan berpuasa kita bisa mulai lagi memperbaiki kebiasaan makan, self-control, disiplin dan banyak manfaat positif lain.


Ramadan di Eropa tahun ini masih bertepatan dengan musim panas atau summer. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi umat muslim. Pertama, durasi puasa yang panjang sekitar 18 jam dari sahur sekitar jam 4 pagi hingga waktu berbuka puasa sekitar jam 22; dan kedua, temperatur udara yang panas berpotensi menyebabkan terjadinya dehidrasi. 



Berikut tips berpuasa saat summer:
1.       GET HYDRATED
  • Banyaknya air yang keluar dari tubuh melalui evaporasi keringat, pernapasan serta urin menyebabkan kita butuh air setidaknya 2 liter atau 8 gelas per harinya. Kita memerlukan air yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi bervariasi dari ringan hingga berat, antara lain pusing, lemah, mulut kering, mual, kram otot dll.
  • Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, perbanyak minum air di antara waktu buka puasa dan sahur. Untuk membantu memenuhi target 2 liter per hari, simpan botol air di samping tempat tidur. Minum sebelum tidur dan jika terbangun tengah malam.
  • Alternatif cairan sehat selain air putih adalah jus buah dan smoothies.
  • Batasi teh dan kopi terutama saat sahur karena bersifat diuretik, yaitu menaikkan kehilangan cairan tubuh melalui air kencing.
  • Hindari minuman berkarbonasi atau soda.
  • Hindari makanan mengandung banyak garam karena akan menyebabkan haus.


2.       MEMILIH MAKANAN
  • Puasa Ramadan bisa memperbaiki kesehatan, akan tetapi jika tidak mengikuti aturan makan yang benar justru akan memperburuk kesehatan. Mengetahui apa yang harus dimakan saat non-fasting hours sangatlah penting.
  • Pilihlah sumber karbohidrat kompleks yang akan melepaskan energi secara perlahan selama jam puasa. Karbohidrat kompleks terdapat pada roti gandum, oatmeal, kacang-kacangan, beras merah, basmati dll.
  • Kombinasikan karbohidrat kompleks dengan sumber makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur dan susu, yoghurt, keju untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
  • Pilih makanan berserat seperti kentang dengan kulit, sayur, buah-buahan yang akan dicerna perlahan dan memberikan efek kenyang lebih lama.
  • Hindari makanan yang terlalu manis, junk food dan processed food yang akan dicerna dan diubah menjadi gula dengan cepat. Makin cepat dicerna, makin cepat lapar.
  • Lemak memang tetap dibutuhkan tubuh, namun hindari makanan dengan kadar lemak tinggi, gorengan dan makanan pedas karena jenis makanan ini sulit dicerna dan bisa menyebabkan nyeri ulu hati.

3.       S A H U R
  • Saat puasa, kita meringkas jadwal makan normal 3x menjadi 2x, yaitu sahur dan buka puasa. Bangun sahur memang berat mengingat pendeknya waktu antara buka-sahur, namun di situlah letak hikmah dan keutamaan yang bisa kita peroleh. Makan sahur adalah sunnah, selain itu sahur juga membantu kita bangun sembahyang Subuh.
  • Sahur justru merupakan waktu makan terpenting karena energi tubuh tergantung dari nutrisi yang dikonsumsi saat sahur. Mengambil waktu tidur untuk makan sahur lebih menguntungkan karena toh kita bisa tidur lagi saat puasa, tetapi tidak bisa makan lagi saat puasa bukan? ;-)
  • Untuk puasa yang panjang, perhatian pada kualitas makanan saat sahur. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah dan kaya serat. Karbohidrat kompleks akan bertahan lebih lama dalam sistem pencernaan sehingga tubuh tidak mudah lapar dan level gula darah tetap stabil.
  • Tubuh akan memasuki fasting-mode setelah 8 jam makan terakhir, yaitu saat saluran cerna selesai menyerap nutrisi dari makanan. Tubuh pada awalnya akan menggunakan simpanan glukosa hasil pencernaan makanan yang kita makan. Jika tidak cukup, selanjutnya tubuh akan membongkar simpanan lemak tubuh untuk memenuhi energi yang diperlukan.
  • Jika kita makan sahur sekitar jam 3 pagi, tubuh akan memasuki fasting-mode sekitar jam 11 siang. Sedangkan jika kita melewatkan makan sahur, tubuh akan memasuki periode starvation lebih cepat dan hal ini kurang baik untuk kesehatan.
  •  Untuk mempermudah sahur, buat makanan sesimpel mungkin dan siapkan makanan di meja makan sebelum tidur.

4.       BUKA PUASA
  • Saat buka puasa, fokus utama adalah cairan (cukup minum) dan jenis nutrien (makanan yang kaya karbohidrat kompleks, protein, buah dan sayur).
  •  Makan dengan bertahap, ikuti sunnah. Mulai dengan beberapa buah kurma, kemudian air putih atau susu, jus buah, smoothies untuk menaikkan level cairan tubuh dan kadar gula darah.
  • Kurma merupakan sumber karbohidrat fast-acting yang akan segera mengaktifkan sistem pencernaan dan menaikkan kadar gula ke level normal. Selain itu, kurma juga mengandung serat yang tinggi dan kaya mineral, seperti magnesium dan potassium.
  •  Setelah Maghrib, lanjutkan dengan small appetizer seperti sup, salat atau yoghurt dan diikuti dengan makan utama.

5.       JANGAN OVEREAT
  • Terlalu banyak makan akan merusak manfaat puasa dan menyebabkan gangguan pencernaan, berat badan naik dll .
  • Tetap ikuti Golden rule of one third: 1/3 makanan, 1/3 cairan, 1/3 udara di lambung saat makan.

6.       ACTIVITY
  • Saat panas terik, pilihlah aktivitas indoor.
  • Jika memungkinkan batasi aktivitas outdoor terutama selama peak sun hours (jam 11-16).
  • Hindari pakaian yang tebal dan pilih yang menyerap keirngat.

7.       EXERCISE
  •   Exercise ringan seperti jalan kaki saat menjelang buka puasa (evening hours) jam 15-20 bermanfaat untuk membakar lemak tubuh dan mempertahankan berat badan.

8.       MULTIVITAMIN
  •   Jika nutrisi sudah baik, multivitamin tidak diperlukan.

9.       KEEP ORGANIZED
  • Atur kembali jadwal kegiatan harian untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup.

10.   MENGATASI KONSTIPASI
  • Sulit BAB atau konstipasi biasanya terjadi pada hari-hari pertama puasa. Ini merupakan tanda kurang cairan dan serat. Konsumsilah cukup cairan dan serat dari buah-buahan dan sayuran.


Catatan:
·         Indeks glikemik (IG) adalah ukuran kecepatan makanan diserap menjadi gula darah. Karbohidrat kompleks dan makanan berserat merupakan makanan dengan IG rendah.
-          IG rendah <55
-          IG sedang 56-69
-          IG tinggi >70.
·         Tabel IG dapat dilihat di sini.
·         Jika tidak bisa selalu melihat tabel IG sebagai acuan, cara menilai IG makanan yang mudah adalah dengan memperhitungkan tekstur makanan saat dikunyah dan ditelan. Jika makanan tersebut sangat mudah dikunyah dan ditelan, biasanya IG-nya tinggi.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Silahkan Kejar Manfaat Media Sosial

Postingan ini saya dedikasikan untuk anak saya yang sudah mulai  memakai  media sosial, hehe. Duh, padahal usianya juga belum genap 12 tahun, tapi karena teman teman-temannya sudah eksis di media sosial, yaaah jadi ikutan deh. Karena keinginan sudah tak terbendung lagi, hmmm  baiklah.. Tapi tolong baca dulu yang ini ya Sayang.. Tidak panjang lebar kok, supaya tidak capek bacanya ;-)

Segala sesuatu di dunia ini punya manfaat dan mudharatnya (benefit and harm), demikian pula dengan media sosial.

Menurut saya, media sosial bermanfaat jika:

  • untuk komunikasi 
  • menjaga silaturahim
  • informatif
  • motivatif

Menurut saya, media sosial membawa lebih banyak mudharat jika: 

  • dijadikan media untuk sekedar narsis
  • terlalu banyak menghabiskan waktu

Sebelum LOG IN medsos, jawablah pertanyaan berikut:

  • Tidak akan lebih dari 15 menit per hari?
  • Untuk berkomunikasi?
  • Ingin mencari sesuatu yang informatif?
  • Ingin mencari sesuatu yang motivatif?
  • Ingin menjaga silaturahim?
Jika YA ---> silahkan log in. 
 

Sebelum POSTING sesuatu, jawablah pertanyaan berikut:
  • informatif?
  • motivatif?
  • tidak sekedar narsis?
  • tidak lebih dari 15 menit per hari? 
Jika YA ---> silahkan posting. 
 
Begitu banyak hal positif yang bisa kita lakukan di dunia ini dan w
aktu kita terlalu berharga untuk berlama-lama bermain media sosial. Ada beberapa hal lagi yang harus kita catat supaya kita tak terjebak dalam media sosial, yaitu:
  • Media sosial itu bukan arena kompetisi. 
  • Jangan konyol mengejar 'like' ataupun 'follower', karena itu bukan prestasi sesungguhnya. Media sosial tetaplah bagian dari dunia maya, sedangkan prestasi sesungguhnya ada di dunia nyata.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PR dari Abah Ihsan

Ini adalah kenang-kenangan dari Abah Ihsan saat berkunjung di Duisburg-Jerman tahun lalu. Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari dari Auladi Parenting School waktu itu menjadi pembicara di acara parenting class yang  bertempat di Internationales Zentrum Duisburg. Acara yang menarik dan sangat berkesan bagi saya. :-)

Ada beberapa point yang dijadikan PR untuk kami para orang tua. Meski tak banyak, tapi ternyata sampai sekarang saya terkadang masih lupa mengerjakan semuanya, hehe..

Berikut ketiga PR dari Abah Ihsan:
1. Insya Allah mulai hari ini saya bersungguh-sungguh jadi orang tua betulan, bukan orang tua kebetulan. Saya akan memulainya dari hal yang sederhana, yaitu menyediakan waktu bersama anak setiap hari. Jika bertemu dengan anak setidaknya 30 menit sebelum berusia 12 tahun dan 3 jam secara private setidaknya setiap pekan yang berusia setelahnya.

2. Sebisa mungkin saya akan berusaha tidak meninggalkan anak saya pada 4 kegiatan, yaitu:

  • Bangun tidur
  • Mau tidur
  • Sholat
  • Makan
3. Insya Allah mulai hari ini demi kebahagiaan anak saya, saya akan bebaskan hidup anak saya sepanjang tidak berlebihan, yaitu:
  • Tidak membahayakan dirinya
  • Tidak merugikan orang lain
  • Tidak melanggar hukum agama dan setempat


Ada beberapa hal lagi yang menjadi catatan penting buat saya, yakni bahwa orang tua itu:
  • TEGAS, bukan KASAR
  • LEMBUT, bukan LEMBEK
  • MARAH, bukan MENYAKITI/MEMAKI
  • OTORITAS (mengontrol), bukan OTORITER (semena-mena)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buku Pelajaran Hidup

Si Adik dapat hadiah buku tulis dari Bu Guru di sekolah. "Bukunya dipakai buat apa ya Ma?" tanyanya. Hmm, buat apa ya? Aaaaaah, Mama punya ide! Bukunya dipakai sama-sama aja ya Dek, buat Kakak juga biar lebih bermanfaat.

Terinspirasi dari si Kakak yang dulu dapat nilai jelek gara-gara mau ulangan bukunya hilang. Eh, taunya nyelip di belakang Heizung di kamarnya. Sedih sih dapat nilai jelek, tapi mau gimana lagi udah terlanjur.


Meski kadang menyakitkan, tapi kesalahan atau kegagalan itu bukan untuk disesali. Apalagi ditangisi terus-terusan, tidak ada gunanya kan.. Dicatat aja yuk di buku pelajaran! Namanya buku pelajaran hidup. ;-) Oleh karena kita terkadang bisa lupa, kita perlu pengingat. Jangan lupa bukunya dibaca-baca lagi ya..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS